Pertumbuhan Tak Capai Target |
Survei Badan Pusat Statistik menyebutkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2002 adalah 3,66 persen, lebih kecil dari target APBN 2002 sebesar 4 persen. Realisasi Produk Domestik Bruto mencapai Rp 1.610 triliun, sedikit lebih rendah dari target yang Rp 1.667 triliun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang konsumsi rumah tangga dan pemerintah. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,7 persen, sedangkan konsumsi pemerintah bertambah 12,79 persen. Di luar dugaan, sektor ekspor mencatat kenaikan US$ 682 juta, dari nilai tahun lalu sebesar US$ 56,320 miliar menjadi US$ 57,002 miliar. Yang juga menarik, ekspor nonmigas naik menjadi US$ 44,897 miliar, sedangkan ekspor migas hanya US$ 12,106 miliar.
Dari data yang dilansir BPS, pendapatan per kapita pada 2002 mencapai Rp 7,6 juta atau US$ 817. Sementara itu, kajian Bappenas menyebutkan, meski perekonomian dunia masih menghadapi ketidakpastian, sektor riil dalam negeri memperlihatkan aktivitas yang menggembirakan. Selama sebelas bulan pertama tahun 2002, konsumsi masyarakat pada beberapa barang tetap meningkat. Penjualan mobil dan motor, misalnya, masing-masing naik 15,5 persen dan 40 persen. Sedangkan penjualan semen naik 7,6 persen dan konsumsi listrik meningkat 3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2001.
Secara keseluruhan, gambaran perekonomian Indonesia tahun 2002 tidaklah sesuram yang diperkirakan orang. Investasi tumbuh 2,1 persen, ekspor naik 1,21 persen, impor naik sedikit yakni 0,9 persen, dan yang juga penting, jumlah utang menurun. Pendeknya, berbagai indikator menunjukkan perbaikan, kendati semua itu belum memadai untuk menyerap jumlah penganggur dan karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja.
|