Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 51/XXXI/17 - 23 Februari 2003
   
Surat

Subsidi BBM

BAIK belum tentu benar. Itulah gambaran yang terjadi sekarang dengan adanya kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Sebagaimana dikatakan pemerintah, kenaikan BBM demi mengurangi beban APBN dan mengembalikan dana subsidi ke masyarakat kecil.

Masalah subsidi BBM memang dilematis. Persoalannya, masyarakat yang tergolong mampu pun ikut menikmati subsidi. Di sini terlihat kondisi ketidaktepatan sasaran kebijakan subsidi. Karena itu, pencabutan subsidi bisa dinilai cukup tepat, apalagi adanya kompensasi bagi lapisan yang tak mampu. Ini diwujudkan dalam bentuk biaya gratis untuk pengobatan dan keringanan biaya pendidikan.

Presiden Megawati Soekarnoputri pernah menandaskan bahwa kenaikan itu merupakan pilihan terbaik jika bangsa ini mau mengurangi ketergantungannya dari bantuan luar negeri. Ini adalah pilihan terbaik. Ditegaskan, Presiden mengambil pilihan yang tidak populer karena dia yakin dalam jangka panjang keputusan itu akan dapat memperbaiki kehidupan bangsa.

Namun, hal baik tersebut belum tentu benar. Kebijakan tersebut dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai kebijakan anti-rakyat. Selain itu, kenaikan BBM ternyata juga diikuti dengan kenaikan tarif dasar listrik dan telepon.

Andaikata kebijakan itu mengarah pada injeksi spirit nasionalisme dan itu memberikan makna konstruktif bagi bangsa ini, selayaknya direspons secara positif-proporsional. Jika tidak setuju atas kenaikan tersebut, hendaknya dilakukan dengan cara-cara demokratis dan tidak harus demonstratif-destruktif karena hal ini akan mengakibatkan kerugian bagi semua pihak.

DADANG ISKANDAR

Jalan Menteng Granit 4, Menteng Atas

Jakarta Selatan


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data