|
PERTEMUAN maraton, itulah yang dilakukan Perdana Menteri Australia John Howard sepanjang hari Sabtu lalu. Dalam kunjungan dua hari ke Jakarta, Howard mengadakan pembicaraan dengan Presiden Megawati, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono, dan tokoh-tokoh Islam.
Dalam pertemuan itu, Menteri Susilo meminta agar Australia tidak mendukung gerakan untuk kemerdekaan Papua. Ditengarai ada sejumlah lembaga swadaya masyarakat Negeri Kanguru yang berusaha membantu Provinsi Papua lepas dari Indonesia. Permintaan ini sejalan dengan pendapat Howard dalam percakapan dengan Megawati sebelumnya, bahwa Australia mendukung sepenuhnya kesatuan bangsa Indonesia. Australia, kata Howard, bersedia bekerja sama untuk mendukung hal itu.
Menurut Susilo, pertemuan juga membahas situasi Aceh dan kerja sama memberantas terorisme. Mengenai kedua hal itu, Susilo menyampaikan terima kasih kepada Howard atas bantuan kepolisian Australia dalam memberikan data-data para tersangka pelaku peledakan bom Bali.
Menyangkut penolakan permintaan ekstradisi Australia terhadap Abu Quassey, tersangka kasus penyelundupan imigran gelap asal Irak ke Australia, yang disampaikan Megawati, Howard tidak bereaksi apa-apa. ”Dalam pembicaraan tingkat tinggi, memang tidak akan ada reaksi,” ujar Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra.
|