|
ANCAMAN Amerika Serikat untuk menyerang Irak telah melambungkan harga emas hitam itu hingga US$ 32 per barel, Jumat pekan lalu. Harga itu mendekati angka tertinggi dalam dua tahun terakhir. Terangkatnya harga minyak dipicu oleh Amerika Serikat, yang mengumumkan cadangan minyak mereka anjlok ke titik terendah sejak 1975.
Seperti dilaporkan oleh Departemen Energi AS, pasokan minyak ke Negeri Abang Sam turun dari 4,5 miliar barel menjadi 269,8 juta barel. Selain persiapan menyerang Irak, menipisnya cadangan minyak juga disebabkan pemogokan buruh minyak di Venezuela selama dua bulan belakangan ini.
Kini diperkirakan harga minyak akan berpacu dengan laporan tim pemeriksa senjata PBB di Irak. Jika Bagdad terbukti memiliki senjata pemusnah massal, AS akan segera melancarkan serangan militernya ke negeri itu. Agresi AS ke Irak diramalkan bisa menaikkan harga minyak dunia sampai tingkat US$ 40 per barel. Bahkan, harga minyak lebih dulu meroket, ?sebelum pesawat pengebom AS mulai terbang,? kata Christopher Burton, pialang komoditas berjangka di Long Beach, California.
|