Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 51/XXXI/17 - 23 Februari 2003
   
Ekonomi dan Bisnis

Kenaikan Harga Minyak

ANCAMAN Amerika Serikat untuk menyerang Irak telah melambungkan harga emas hitam itu hingga US$ 32 per barel, Jumat pekan lalu. Harga itu mendekati angka tertinggi dalam dua tahun terakhir. Terangkatnya harga minyak dipicu oleh Amerika Serikat, yang mengumumkan cadangan minyak mereka anjlok ke titik terendah sejak 1975.

Seperti dilaporkan oleh Departemen Energi AS, pasokan minyak ke Negeri Abang Sam turun dari 4,5 miliar barel menjadi 269,8 juta barel. Selain persiapan menyerang Irak, menipisnya cadangan minyak juga disebabkan pemogokan buruh minyak di Venezuela selama dua bulan belakangan ini.

Kini diperkirakan harga minyak akan berpacu dengan laporan tim pemeriksa senjata PBB di Irak. Jika Bagdad terbukti memiliki senjata pemusnah massal, AS akan segera melancarkan serangan militernya ke negeri itu. Agresi AS ke Irak diramalkan bisa menaikkan harga minyak dunia sampai tingkat US$ 40 per barel. Bahkan, harga minyak lebih dulu meroket, ?sebelum pesawat pengebom AS mulai terbang,? kata Christopher Burton, pialang komoditas berjangka di Long Beach, California.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data