Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 



 
Edisi. 50/XXXI/10 - 16 Februari 2003
   
Laporan Utama

Hiruk-pikuk Haji Hamzah



Besar biaya

Menurut Sekretaris Negara Bambang Kesowo, negara hanya menanggung perjalanan 23 orang staf Wakil Presiden dengan total biaya Rp 1,3 miliar. Anggota rombongan lain membayar dengan uang pribadi dengan nilai Rp 5,4 miliar.

Yang Dilanggar Rombongan Hamzah:

Anggota rombongan yang bukan pejabat negara ditengarai menggunakan paspor dinas untuk berhaji. Ini bertentangan dengan:

1. Undang-Undang Keimigrasian No. 9/1992:

  • Pasal 32: Paspor dinas diberikan kepada warga negara Indonesia yang akan melakukan perjalanan ke luar wilayah Indonesia dalam rangka dinas.
  • Pasal 33: Untuk berhaji warga negara Indonesia harus menggunakan paspor haji (paspor cokelat).

2. Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Jemaah Haji No. 17/1999:

  • Pasal 1 ayat 10: Jemaah haji wajib menggunakan paspor haji (paspor cokelat).
  • Pasal 24 ayat 1 butir a: Penyelenggara ibadah haji khusus diwajibkan hanya menerima pendaftaran dan melayani calon jemaah haji yang menggunakan paspor haji.

Waktu perjalanan:

5-19 Februari 2003

Jumlah anggota rombongan:

  • 23 orang staf Sekretariat Wakil Presiden (ajudan Wapres, ajudan istri Wapres, tim medis, staf protokoler, staf perjalanan, staf rumah tangga, dan aparat keamanan)
  • 84 orang sisanya adalah Hamzah Haz dan keluarga (istri, anak, menantu, cucu) dan anggota rombongan lainnya, termasuk Wakil Ketua DPR A.M. Fatwa dan Soetardjo Soerjogoeritno
  • Total: 107 orang



Jika Presiden Naik Haji

Presiden Soeharto

1991

28 orang, terdiri atas istri, semua anak dan menantu, 6 ajudan, 2 anggota Paspampres, 2 dokter

Wapres Megawati Soekarnoputri

2000

113 orang, terdiri atas suami, anak, Khatib Syuriah NU Said Agil Siradj, Ketua MUI Amidhan, sejumlah menteri (Alwi Shihab, Laksamana Sukardi, Khofifah Indar Parawansa), dan anggota DPR (Ade Komaruddin, Saifullah Yusuf, Ferry Mursyidan Baldan, Muhaimin Iskandar)

Biaya per kepala US$ 6.000

Wapres B.J. Habibie

1999

Ketika berhaji, Wapres Habibie didampingi istri beserta rombongan kenegaraan seperti Menteri Agama Quraish Shihab, Imam Besar Masjid Istiqlal K.H. Muchtar Nasir, dan Sekjen Komnas HAM (almarhum) Baharuddin Lopa.

Habibie beserta rombongan berangkat ke Tanah Suci menggunakan kelompok terbang (kloter) 190 yang dipimpin Amirul Haj Menteri Agama Quraish Shihab dari embarkasi Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Presiden Abdurrahman Wahid

2001

115 orang, terdiri atas anak, ajudan, Paspampres, dokter kesehatan, protokol dan staf istana, sejumlah menteri, dan dua anggota DPR. Gus Dur pribadi juga membiayai keberangkatan 35 orang lainnya: Ketua NU Hasyim Muzadi, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, Menteri Kehutanan Nurmahmudi Ismail, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, dan puluhan kiai khos.

Biaya per kepala US$ 4.000 (sekitar Rp 40 juta)

Wapres Hamzah Haz

2003

107 orang, terdiri atas 23 orang staf, anak, menantu, cucu, beberapa anggota keluarga dekat, Wakil Ketua DPR (A.M. Fatwa dan Soetardjo Soerjogoeritno). Biaya per kepala US$ 6.500. Negara hanya menanggung 23 orang staf dengan nilai Rp 1,3 miliar.


Fajar W.H., Deddy Sinaga (Tempo News Room)



 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data