|
MOBIL Anda boros bahan bakar? Mesinnya sering tersendat-sendat? Coba periksa sistem pengapiannya. Perangkat inilah yang bertugas mengatur waktu pengapian yang tepat saat terjadi perubahan kecepatan putaran mesin, sehingga tenaga yang dihasilkan lebih optimal dan tak boros bahan bakar. Jenisnya ada dua: sistem pengapian mekanis (memakai platina) dan elektronik (tanpa platina) atau lebih dikenal dengan sistem CDI (capacity discharge ignition). Keduanya punya kekurangan. Platina, misalnya, mudah pecah, aus, dan sering memicu percikan api. Sistem CDI cukup bagus tetapi mahal, sekitar Rp 4 juta.
Kini ada alternatif sistem pengapian yang diciptakan Arif Widiyanto, mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Elektro Universitas Widya Gama, Malang, Jawa Timur. Sistem ini cukup andal dan relatif murah. "Jika diproduksi dalam jumlah banyak, harganya tak sampai Rp 100 ribu," kata Arif.
Alat buatan Arif terdiri atas dua komponen: mikrokontroler dan rangkaian dalingtone. Mikrokontroler berfungsi memprediksi putaran mesin dan memberikan waktu pengapian yang tepat sesuai dengan putaran mesin.
Dalingtone berfungsi sebagai pemutus dan pengumpul arus pada putaran koil. Keunggulannya, pemakai kendaraan tak perlu sering-sering mengatur titik pengapian. Perawatannya dan pemasangannya pun relatif mudah.
Ws, Bibin Bintariadi (Malang)
|