Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 50/XXXI/10 - 16 Februari 2003
   
Ekonomi dan Bisnis

Revaluasi PLN dan Tarif Listrik

Perusahaan Listrik Negara yang bersolek, konsumen yang kena getahnya. Begitu kira-kira hasil revaluasi (penghitungan ulang) aset PT PLN, yang dikemukakan Direktur Utama PLN, Eddie Widiono, di depan Komisi Energi dan Kelistrikan DPR RI, Rabu pekan lalu. Menurut Eddie, hasil revaluasi membengkakkan aset PLN dari Rp 52,9 triliun menjadi Rp 199,6 triliun. Revaluasi ini dilakukan agar neraca perusahaan menunjukkan nilai riil, rasio utang terhadap aset menjadi lebih baik, dan pajak makin efisien. Ujung-ujungnya, kinerja PLN lebih menarik dan perbankan tak akan lagi menjauhi perusahaan yang sudah sarat utang ini.

Sayangnya, revaluasi aset ini dibarengi kenaikan harga pokok penjualan dari Rp 512 (US$ 0,057) menjadi Rp 677 (US$ 0,076) per kWh. Pembengkakan itu memang tak berakibat langsung pada konsumen saat ini, tak lain karena tarif listrik sudah ditetapkan sebelumnya. Tapi dampaknya akan terasa dalam jangka panjang. Jika tidak ada perubahan komposisi pembangkit di PLN dan efisiensi perusahaan listrik negara ini tidak membaik secara signifikan, konsumen tampaknya akan dihajar kenaikan tarif listrik terus-menerus. Seharusnya, kenaikan tarif akan berhenti pada 2005 ketika mencapai sekitar US$ 0,07 per kWh. Tapi, karena harga pokok naik sampai US$ 0,076, kemungkinan besar PLN masih akan terus menaikkan tarif setelah tahun 2005.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data