Ekspor 2002, Sedikit Membaik |
Indonesia mencatat hasil ekspor yang lumayan pada 2002. Sepanjang tahun lalu, ekspor Indonesia mencapai US$ 57 miliar atau naik 1,21 persen dibandingkan dengan tahun 2001. Dari total nilai ekspor itu, di luar dugaan ekspor nonmigas justru mencatat kenaikan 2,27 persen, menjadi US$ 44,9 miliar. Kinerja ekspor tahun 2002 ini diumumkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Soedarti Surbakti, Senin pekan lalu.
Hasil ini tentu tidak mengecawakan, kendati belum menyamai posisi tahun 2000, ketika ekspor Indonesia mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah. Ketika itu, ekspor Indonesia mencapai US$ 62 miliar, US$ 48 miliar di antaranya berupa ekspor nonmigas. Namun kinerja ekspor Indonesia pada tahun berikutnya anjlok dan baru pada tahun lalu kembali naik, meskipun sedikit.
Kendati membaik, dikhawatirkan ada hal yang bisa mengganggu kinerja ekspor Indonesia tahun 2003 ini. Nilai impor Indonesia pada 2002 yang rendah diperkirakan akan menyebabkan ekspor Indonesia pada tahun ini naik hanya 2,4 persen menjadi US$ 58,4 miliar. Dan ini akan berdampak pada neraca transaksi berjalan, karena defisit neraca jasa semakin besar. Pada 2003, Bank Indonesia meramalkan neraca transaksi berjalan Indonesia akan turun menjadi US$ 3,4 miliar, dan pada gilirannya, surplus neraca pembayaran Indonesia menurun, sementara investasi asing masih belum bisa diharapkan. Tahun ini, surplus neraca pembayaran Indonesia diperkirakan hanya US$ 100 juta.
|