Nama Debitor Itu Titiek Soeharto |
Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) diam-diam masih menyimpan stok pengutang kakap. Selain ada lima nama yang sudah sering beredar, sumber TEMPO membisikkan nama satu debitor kondang yang selama ini dirahasiakan. Mengapa? Mungkin karena melibatkan nama orang tenar dari keluarga yang pernah begitu berkuasa di Indonesia.
Debitor itu adalah PT Bhinneka Multi Corporation (BMC), perusahaan patungan antara PT Taspen dan PT Asia Market Investment Indonesia (AMII). Pemilik AMII adalah Siti Hedijati alias Titiek Soeharto dan salah satu komisaris BMC adalah The Phoa Tjemin, bekas bankir yang dikenal dekat dengan Menteri Laksamana Sukardi. Menurut dokumen yang diperoleh TEMPO, total utang BMC mencapai Rp 253 miliar dan telah macet sejak 4 Juni 1998.
Sejauh ini, pihak BMC kabarnya tak pernah menunjukkan iktikad baik untuk membayar tagihan tersebut. Mereka menolak mengakui bagian utang yang berasal dari bunga dan denda, dan hanya mengakui pinjaman pokok sebesar Rp 85,6 miliar. Atas utang tersebut, mereka juga cuma menjanji-kan membayar dengan cara pengalihan kepemilikan saham (debt to equity swap). Tentu saja Bahana menolak tawaran tersebut. Terlebih aset BMC diketahui sudah kosong melompong. ”Bisa-bisa Bahana cuma kebagian ampasnya,” kata sumber TEMPO yang tak mau disebut namanya itu.
Nah, biarpun menyangkut nama besar, tagihan Bahana kudu dilanjutkan. Sebab, utang memang harus dibayar, bukan dihadiahkan.
|