|
|
| |
Edisi. 49/XXXI/03 - 9 Februari 2003
|
|
Gonjang-ganjing Jagat Jawa
SEJUTA keresahan bergentayangan di sekitar Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Inilah yang menggerakkan para pedagang asongan dan seniman berdemonstrasi berkali-kali. Tujuannya satu: memprotes proyek penataan ulang bernama keren "Jagat Jawa". Kalau rencana itu diwujudkan, pedagang asongan tak boleh lagi berkeliaran menjajakan makanan dan suvenir. Semua kegiatan pedagang akan dipusatkan di Pasar Seni, yang terdiri atas tiga lantai. Hanya, para pedagang kecil belum tentu sanggup membayar sewa kiosnya. Kaum seniman dan budayawan tak kalah cemasnya. Proyek Jagat Jawa berpotensi mengusik nilai budaya dan arsitektur Candi Borobudur. Lalu buat apa dan siapa rencana megah yang digagas Gubernur Mardiyanto ini?
|
|
Pro Kontra di Bawah Beringin
|
|
Segepok Rezeki dari Pasar Seni
Keuntungan yang bisa dikail dari proyek Jagat Jawa cukup menggiurkan. Nasib pedagang kecil diabaikan?
|
|
Menarik Lanskap Suci dari Zenit
Dalam perspektif arsitektur, bukan hanya tata fisik bangunan Borobudur yang merefleksikan kekudusan, tapi juga lanskapnya.
|
|
Aura Candi Seribu Buddha
Pada mulanya Borobudur adalah bangunan suci untuk peribadatan. Spiritualitas apa yang bisa digali untuk masa depan?
|
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

|
|
| |
|
|
|
|