Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 49/XXXI/03 - 9 Februari 2003
   
Peristiwa

Saksi Mahkota di Sidang Theys

PARA terdakwa kasus pembunuhan Theys Hiyo Eluay di Mahkamah Militer Tinggi III Surabaya saling bersaksi sendiri. Kali ini Mayor Doni Hutabarat diperiksa sebagai saksi mahkota oleh majelis hakim yang diketuai Kolonel CHK A.N. Yamini, pekan lalu. Praktek saksi mahkota, yang jarang terjadi dalam sidang militer, tampaknya harus dilakukan karena minimnya saksi independen yang mengetahui kasus tersebut.

Terungkap dalam kesaksian Doni, para terdakwa mengaku tidak mengetahui tewasnya Theys pada 11 November 2001. Menurut dia, Theys ditinggal begitu saja?dalam keadaan hidup?di kawasan Koya Tengah lantaran terus berteriak. Terdakwa Hartomo, Rionardo, Asrial, dan Zulfahmi menyatakan menerima kesaksian Doni?yang bisa menggugurkan tuduhan pembunuhan oleh anggota Kopassus.

Menurut Doni, Kapten Rionardo, Sersan Satu Laurensius, dan Asrial bertugas menjemput Agus dan Zulfahmi, yang mengantar Theys. ?Karena sudah malam, saya berpikir tidak ada angkutan umum dari Sentani (tempat tinggal Theys) menuju markas. Karena itu, saya minta Kapten Rio menjemput Agus dan Zulfahmi,? ujarnya.

Paparan Doni itu diragukan hakim karena posisi kendaraan keduanya yang berdekatan di tanjakan Skylane. Doni mengaku tak mengetahuinya karena ia tengah mengikuti acara wayase (acara tari warga Papua) di sela-sela acara syukuran Hari Pahlawan di Markas Tribuana di Hamadi.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data