|
SETELAH Kota Garut di Jawa Barat, air bah juga menyerang beberapa kota di Jawa dan luar Jawa. Banjir Garut, Selasa pekan lalu, mungkin banyak menelan korban. Luapan air bercampur lumpur itu menghanyutkan 150 rumah hunian 560 jiwa. Hingga Rabu pekan lalu, sudah 21 mayat ditemukan di timbunan lumpur. Bencana juga menghancurkan 85 unit rumah di Kampung Bojong Jambu, dan 30 kolam milik penduduk lumat. Sawah 70 hektare juga rusak. Penyebabnya klasik: gundulnya Gunung Mandalawangi.
Akibat banjir itu, korban luka mencapai 84 orang, yang sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Dr. Slamet, Kota Garut. Sementara itu, baru dua mayat yang dievakuasi ke rumah sakit yang sama, dan 18 mayat lainnya masih di lokasi kejadian.
Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim, terjadinya longsor di Garut akibat kerusakan lingkungan. Maraknya penebangan liar hutan di sana sejak 1998 membuat kawasan itu gundul dan tidak kuasa lagi menyerap air hujan.
Banjir melanda pula tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, Kamis pekan lalu. Akibatnya, ratusan hektare sawah terendam, 37 rumah hancur, dan seratusan rumah rusak berat. Kerugian diperkirakan Rp 1 miliar. Banjir di Kota Bandung mengakibatkan putusnya rel kereta api lintas selatan sepanjang 10 meter.
Di luar Jawa, air bah menimpa Riau akibat luapan Sungai Indragiri, Selasa pekan lalu. Luapan air menggenangi 58 desa di enam kecamatan Kabupaten Indragiri Hulu. Di samping menewaskan empat warga, 2.135 rumah terendam. Luapan air sungai ini merupakan gelombang kedua dan sudah dimulai sejak 18 Januari.
Dari Pangkalan Kerinci, Kepala Humas Pemkab Pelalawan, Darwis al-Kadam, mengungkapkan bahwa hingga Selasa siang lalu jalur jalan lintas timur Sumatera masih tergenang air.
|