Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 48/XXXI/27 Januari - 02 Februari 2003
   
Surat Dari Redaksi

Dari Redaksi

DOA yang paling sering kami ucapkan di saat Natal dan tahun baru begini: semogalah tak ada lagi bom meledak di negeri ini. Kami tahu Tuhan sibuk menerima jutaan doa umat Kristiani saat ini, tapi Sang Maha Pengatur Waktu semogalah memutar lebih cepat hari, jam, dan menit agar masa-masa kritis pergantian tahun segera berlalu. Kami katakan kritis karena sejak tahun 1999 sudah puluhan bom berledakan di bumi pertiwi ini, terutama di saat Natal dan tahun baru.

Bahkan tahun lalu jumlah bom itu mencapai rekornya.

Ledakan demi ledakan itu—terutama setelah bom Bali pada 12 Oktober—membuat kami terpaksa mengubah tema edisi khusus ini. Semula kami sepakat menetapkan tema tahun korupsi, mengingat wabah mengutil, mencuri, membobol sampai merampok uang negara masih terus berlangsung dengan suburnya di tengah ekonomi rakyat yang makin kering. Tapi akhirnya kami ganti tema ini menjadi tahun bom, mengingat gawatnya ledakan—dan korban—di Bali. Ini memang soal prioritas penggarapan dan jatah halaman kami—dan sayangnya sama sekali bukan pembenaran bahwa korupsi membaik di negeri kita.

Kami berharap Anda menyimpan baik-baik edisi khusus ini. Buat apa? Untuk dipakai mengingatkan anak, cucu, teman, kolega, siapa pun yang Anda kenal, betapa buruk ”luka” bangsa ini dikoyak alat pemusnah kehidupan itu. Kebinasaan tidak hanya datang seketika, tapi menyusul di belakang sebagai akibat ekonomi yang padam, perdagangan mogok, pengangguran yang melonjak. Kami berharap kita semua melawan teror ini, setidaknya dengan ”menyalakan lilin di tengah gelap-gulita” yang tengah membelit akibat teror bom tersebut.

Edisi khusus ini melibatkan seluruh awak majalah ini. Tapi kali ini yang kebagian jadi ”seksi repot” adalah Hermien Y. Kleden dan Karaniya Dharmasaputra—redaktur pelaksana kompartemen investigasi & internasional serta magang redaktur pelaksana di kompartemen hukum. Selama sembilan pekan terakhir ini HYK dan KD—begitu nama mereka disingkat—(yang dalam proyek ini oleh rekan-rekannya disebut HY&K) mengkoordinasi riset, penulisan, sampai editing edisi khusus ini. Bahkan sehari menjelang Natal pun keduanya masih mengecek perkembangan terakhir naskah—walaupun Hermien juga merayakan Natal. HY&K dibantu oleh tim desain yang dipimpin oleh Edi R.M. dan tim foto yang dikomandani Gatot Sri Widodo.

Selamat membaca, selamat Natal dan Tahun Baru 2003. Semoga tahun depan kami tidak perlu menyiapkan edisi khusus bom lagi….


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data