Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 46/XXXI/13 - 19 Januari 2003
   
Peristiwa

Polisi Menembak Mahasiswa

DALAM urusan tembak-menembak, jangan anggap remeh polisi kita. Apalagi bila yang menjadi sasaran adalah rakyatnya. Kamis pekan lalu, dua orang mahasiswa ditembak aparat polisi yang gatal tangan saat demo menolak kenaikan harga BBM di Karawang, Jawa Barat.

Dua mahasiswa tersebut adalah Nurul Fatimah, Bendahara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Karawang, dan Muhammad Arif, aktivis Liga Muslim Indonesia. Nurul tertembak di bagian tangan, sedangkan punggung Muhammad tertembus peluru. Selain mereka berdua, puluhan mahasiswa lainnya terluka akibat pukulan dan semburan gas air mata. "Kami mengutuk. Ini preseden buruk buat demokrasi," kata Ketua Umum HMI, Kholis Malik.

Polisi memang bertindak berlebihan. Untuk menghadapi 200-an pemuda yang mulai bergerak dari halaman Universitas Singa Perbangsa menuju Gedung DPRD Kabupaten Karawang, mereka mengerahkan puluhan petugas. Aparat juga memagarbetisi rapat-rapat pintu gerbang gedung DPRD tersebut. Ketika mahasiswa mencoba merangsek setelah tiga jam bernegosiasi tanpa hasil, tiba-tiba polisi langsung menghujani mahasiswa dengan gas air mata serta tembakan senapan laras panjang.

Toh, menurut Kepala Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Faisal, yang ditembakkan hanya peluru karet. "Arahnya pun sebenarnya ke atas," kata Faisal. Lo, kok seperti peluru kendali, bisa mencari sasaran sendiri?

H. Darmawan Sepriyossa


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data