Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 46/XXXI/13 - 19 Januari 2003
   
Daftar berita Investigasi
Harmoko Pada Suatu Masa
Melejit dari seorang kartunis menjadi Ketua MPR, Harmoko adalah cerita tentang sukses. Sebagai Menteri Penerangan paling lama dalam kabinet Soeharto, dia punya wewenang luar biasa: mengeluarkan izin penerbitan, menentukan hidup-mati media, menjadi tempat bergantung nasib puluhan ribu pekerja pers, mengontrol pemberitaan. Anatomi hidupnya mewakili sepenggal kisah bagaimana seorang pejabat Indonesia di era Soeharto mengumpulkan uang dan pengaruh politik dari regulasi bisnis serta perizinan. Harmoko naik bersama Soeharto. Tapi dia terbukti lebih mahir menghadapi zaman ketimbang sang Patriark: Soeharto runtuh, Orde Baru ambruk, para pejabatnya bergantian diseret ke pengadilan. Tapi tidak Harmoko. Mengapa dia bisa bertahan? Berikut ini investigasi TEMPO.  
Kuasa Tiga Dewa
Di masa Harmoko, selembar SIUPP yang menentukan mati-hidupnya media harus ditebus ratusan juta rupiah, setoran upeti tiap bulan, plus bersedia menerima orang titipan. 
Uang Lelaki, Katanya
Setoran bulanan harus diserahkan langsung ke meja Harmoko. Berapa yang didapat Harmoko dan kerabatnya?  
Jalan Berliku Menuju SIUPP
Birokrasi pengurusan SIUPP di masa Orde Baru sangat berbelit. Sekalipun semua syarat terpenuhi, toh tak ada jaminan SIUPP didapat. 
Tahun-tahun Mereka Dibungkam
Pembredelan pers sudah terjadi pada masa Presiden Sukarno. Soeharto meneruskan tradisi itu melalui para confidant-nya. 
Harmoko:
 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data