Lampung Menolak Rekomendasi Mega |
CALON Gubernur Lampung yang juga kandidat resmi Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Oemarsono, ketiban apes. Di tangan Fraksi PDIP DPRD Lampung, pencalonannya malah ditolak.
Dalam penetapan calon Gubernur Lampung periode 1998-2003 pekan lalu, fraksi partai pemenang Pemilu 1999 itu justru memilih calon yang tidak direkomendasikan Megawati. Dia adalah Muhammad Alzier Dianis Thabrani?kader PDIP setempat. Alzier akan didampingi Ansyori Yunus, yang juga Ketua DPD PDIP Lampung. Meski ditolak Fraksi PDIP, Oemarsono "lolos" karena didukung oleh Fraksi Kesatuan Kebangsaan (FKK).
Oemarsono, yang masih menjabat gubernur, menggaet pasangan Syamsurya Ryacudu?adik kandung KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu?sebagai wakil gubernur. Namun memo Megawati ditolak delapan pengurus dari sepuluh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP di Lampung. Mega sendiri?seperti dalam kasus pemilihan Gubernur Jakarta Sutiyoso?menekan kadernya di parlemen daerah agar "patuh".
Alasan pengurus PDIP Lampung, keputusan pimpinan pusat tidak menghiraukan aspirasi arus bawah. "Oemarsono bukan kader partai. Rapat khusus di daerah sudah memutuskan calon yang diajukan PDIP harus kader murni," kata Sekretaris DPC PDIP Lampung Selatan, Yur Aplah.
Arif Kuswardono, Tempo News Room
|