Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 38/XXXI/18 - 24 November 2002
   
Ekonomi dan Bisnis

BI Ingin Kuasai Peruri

BISNIS pencetakan uang rupanya bisa bikin mata jadi berkilau. Tak aneh bila bank sentral pun ingin mengakuisisi Perusahaan Umum Percetakan Uang RI (Perum Peruri). Dengan alasan bahwa Bank Indonesia bisa meningkatkan efisiensi dan kualitas pengadaan uang, institusi itu sudah menyiapkan diri dengan konsep pengadaan uang yang efisien, dari perencanaan, pengadaan bahan kertas uang, pencetakan, sampai distribusi.

Direktur Utama Peruri Kusnan Martono menawarkan solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Caranya dengan mengubah status Peruri dari perum menjadi perseroan terbatas. "Kalau status perseroan disetujui, Bank Indonesia bisa menjadi salah satu pemegang sahamnya. Ini menguntungkan kerja sama Bank Indonesia dan kami," katanya seusai rapat dengan DPR, Rabu pekan lalu. Kusnan juga mengingatkan BI agar berfokus pada pekerjaan intinya.

Anggota Komisi Keuangan DPR, M.S. Ka'ban, menilai keinginan Bank Indonesia mengakuisisi Peruri tidak lepas dari kepentingan bisnis bank sentral. Usul itu, katanya, penuh konflik kepentingan. Ada indikasi oknum-oknum BI ingin membangun kerja sama dengan perusahaan swasta atau melakukan kolusi pemasokan uang.

Belum ada keputusan soal ini. Dari Kantor Menteri Negara BUMN terdengar kabar bahwa Laksamana Sukardi hanya setuju bila BI punya saham 6 persen di Peruri, bukan mayoritas. Soal apakah statusnya akan diubah? Ini baru akan dibahas Komisi Keuangan DPR dengan Menteri Keuangan, Menteri Negara BUMN, dan BI, Senin ini.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data