Kopassus Terlibat Kasus Ambon |
DUGAAN adanya campur tangan aparat keamanan dalam berbagai kerusuhan di Ambon tak lagi semata desas-desus. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Saleh Saaf, menyatakan adanya keterlibatan oknum TNI di balik berbagai kasus di Ambon. Hal itu berdasarkan pengakuan 13 anggota kelompok preman geng Cowok Keren atau Coker pimpinan Berty Loupatty, yang saat ini ditahan di Markas Besar Polri.
Sebelumnya Kepala Polisi Daerah Maluku, Brigjen Pol. Sunarko Ardianto, menyatakan polisi mendengar bahwa Berty, yang kini buron, dilindungi anggota Kopassus yang bertugas di Maluku. Menurut Sunarko, Berty bersama gengnya itu diduga telah melakukan sedikitnya 11 kali peledakan dan penyerangan bersenjata.
Dugaan ini diperkuat pengakuan istri Berty, Susan Loupatty, serta Yunus Tanalepy. Susan mengakui adanya hubungan antara suaminya dan sejumlah personel kesatuan elite TNI itu. Sedangkan Yunus, anggota geng Coker, kepada TEMPO beberapa waktu lalu mengakui adanya sejumlah anggota Kopassus yang ikut terlibat aksi pengeboman oleh kelompoknya. Mereka juga membekali geng preman tersebut dengan senjata organik, peluru, bom, bahkan uang.
Tentu saja hal ini dibantah pihak TNI. KSAD Ryamizard Ryacudu kontan menepisnya. "Enggak mungkin Kopassus melindungi Berty, yang dulu menggebuki Kopassus," katanya. Sumber TEMPO di Kepolisian Daerah Maluku menyatakan, pihaknya menduga saat ini Berty berusaha keluar Ambon dengan menyusup di antara ratusan anggota Laskar Jihad yang pulang ke Jawa dengan kapal Lambelu. Bersamanya, diduga ikut tiga orang anak buahnya—Viktor, Hans Nanlohi, dan Marten Tomasoa—yang juga buron.
Darmawan Sepriyossa
|