Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 33/XXXI/14 - 20 Oktober 2002
   
Surat

Tanggapan untuk O.C. Kaligis

SAYA sependapat dengan tulisan O.C. Kaligis dalam rubrik Surat di Majalah TEMPO Edisi 23-29 September 2002. Intinya, dia mengatakan bahwa falsafah hidup bangsa Indonesia adalah kekeluargaan, bahwa anak-anak harus menghormati orang tua. (O.C. Kaligis menulis, ”Saat ini sedang mengadili dua tersangka pelaku penginjak-injak foto Presiden Megawati Sukarnoputri. Anehnya, kedua tersangka dibela mati-matian oleh lembaga swadaya masyarakat. Dalam falsafah hidup bangsa Indonesia, kekeluargaan, anak-anak harus menghormati orang tua. Anggaplah Presiden Megawati dan Wakil Presiden Hamzah Haz adalah orang tua kita.”—Red)

Saya setuju pada makna ungkapan luhur tersebut. Hanya, saya kurang sependapat dengan kata ”harus” karena bisa memelencengkan rasa hormat tulus menjadi rasa hormat semu, pura-pura, bahkan bernuansa menjilat.

Menurut saya, semua anak akan menghormati orang tua yang memang layak dan patut dihormati. Tapi, lantas timbul pertanyaan, apakah masih ada ”orang tua” dalam pengertian luas yang disebutkan O.C. Kaligis sebagai pejabat tinggi negara, para elite politik dan tokoh masyarakat, yang dari ukuran kepatutan dan moral masih patut dihormati. Lihatlah betapa perilaku mereka kini jauh dari terpuji dan amat korup.

Saya, yang sudah menjalani hidup dalam tiga zaman, kian merasa bangsa ini sudah hancur lebur dan bejat.

F.S. HARTONO
Yogyakarta


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data