Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 33/XXXI/14 - 20 Oktober 2002
   
Surat

Anggota Legislatif Menyebalkan

SETIAP warga negara yang peduli pada masa depan negara ini, hidup jujur dan sederhana, pasti merasa sebal dan jengkel dengan kondisi para wakil rakyat yang terhormat. Mereka makan gaji (besar) buta karena selalu tidak menghadiri rapat, baik rapat komisi maupun rapat paripurna. Mereka yang rajin dan vokal pun ternyata cuma mencari keuntungan dari kehadiran dan kevokalan itu untuk memeras para pejabat eksekutif.

Bersama ini saya meminta dengan sangat supaya nama-nama mereka yang menerima suap, makan gaji buta, dan jarang atau tidak pernah menghadiri rapat-rapat diumumkan kepada khalayak. Dan kepada mereka dimohon dengan sangat supaya jangan lagi ikut Pemilihan Umum 2004.

Saya juga minta agar biaya untuk anggota legislatif yang ”terhormat” dikurangi. Mengapa mereka harus diberi uang rapat? Mereka digaji untuk melakukan tugas mereka, yang sebagian besarnya adalah memang untuk rapat. Biaya-biaya hotel juga perlu dibatasi. Biaya telepon yang tidak ada hubungannya dengan dinas pun harus ditanggung sendiri. Absensi harus dilakukan pada awal dan penutupan sidang. Anggota yang tidak menghadiri sidang dikenai pemotongan gaji.

Akhirnya, saya mengharapkan agar para wakil rakyat menjadi betul-betul terhormat, sesuai dengan sapaan yang mereka terima selama ini.

CORNELIS BOEKY
Rancho Indah Tanjung Barat, Jakarta


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data