Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 33/XXXI/14 - 20 Oktober 2002
   
Pokok dan Tokoh

Levana Taufan Sukarno

Urusan Konde

M ENJELANG perkawinan Guruh Sukarno Putra dengan Sabina, apa saja yang dipersiapkan Levana? Janda cantik berusia 44 tahun itu tidak tercatat sebagai anggota panitia tetap dalam upacara pernikahan yang berlangsung pertengahan Oktober ini. Namun, karena ia anggota keluarga besar Bung Karno—dengan darah Indo blasteran Sunda, Rusia, dan Jepang mengalir di tubuhnya—Levana yang biasa dipanggil Meis ini disebut-sebut akan menjadi mentor Sabina. Kabarnya, Meis ditugasi mengajarkan tata cara adat wanita Jawa, termasuk soal makanan dan pakaian, kepada Sabina.

Selentingan itu disangkal oleh Meis. Katanya, ia cukup sibuk mengurusi pendataan dan pengumpulan koleksi peninggalan Bung Karno di beberapa istana kepresidenan, sehingga mustahil menjadi mentor. Tapi, sementara itu, Levana diam-diam juga mempersiapkan diri agar bisa tampil anggun dengan sanggul dan kebaya Jawa. Pakaian tradisional itu memang dipersiapkan untuk keluarga pengantin. Hanya, Meis kurang terampil berkain kebaya. Untuk sehari-hari ia lebih suka tampil dengan rambut pendek, dipadu dengan blus, celana panjang, atau rok. "Berkonde bikin kepala sakit dan mesti diberi hairspray, dijepit sana-sini…. Aku lebih suka baju kurung dengan sarung, supaya tidak bikin repot," katanya sedikit panik.

Dan kepanikan ini ada hubungannya dengan pengalaman masa lampau. Dalam sebuah acara waktu itu, Levana nyaris pingsan karena rambutnya dikonde. "Untungnya bisa ditahan…, kepala sudah senut-senut, mata pun mulai berkunang-kunang. Dalam hati aku pernah berjanji ndak mau lagi pake konde. Kalau aku memakai konde, berarti ada sesuatu yang istimewa, misalnya aku bakal kawin lagi," ujarnya seraya tertawa lepas. Tapi, khusus buat Guruh, ia toh akan memberikan kado istimewa, yakni sosok Levana dalam kain kebaya, dengan konde bertengger di kepalanya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data