Tim Investigasi Al-Faruq ke AS |
TEKA-teki tentang Umar al-Faruq mungkin akan segera terjawab. Pemerintah AS akhirnya mengizinkan pemerintah Indonesia ikut menemui warga Yaman yang ditangkap di Bogor itu karena dituding menjadi bagian dari jaringan Al-Qaidah pimpinan Usamah bin Ladin. Ditangkap Juni silam oleh aparat Indonesia, Faruq lalu diekstradisi ke Amerika. "Tim itu juga akan diberi akses menginterogasi Al-Faruq," kata Duta Besar AS untuk Indonesia, Ralph L. Boyce.
Belum terlalu jelas kapan tim berawak satu perwira Badan Intelijen Negara dan dua orang polisi itu akan berangkat. Tapi, menurut Kepala Kepolisian RI, Jenderal Da'i Bachtiar, dalam satu-dua pekan mereka dipastikan akan terbang ke AS.
Penangkapan Faruq sesungguhnya penuh teka-teki. Tak pernah terdengar namanya, tahu-tahu tersiar kabar ia ditangkap. Beritanya pun baru dilansir majalah Time beberapa bulan kemudian. Itulah sebabnya tak pernah jelas siapa pria beristrikan warga Bogor ini: apa aktivitasnya, dan betulkah ia anggota sel Al-Qaidah yang beroperasi di Indonesia? Sedangkan pemerintah Yaman membantah Faruq warga negaranya.
Abu Bakar Ba'asyir, yang juga dituding AS sebagai teroris, curiga Faruq cuma tokoh buatan Amerika untuk mendiskreditkan Islam. Mudah-mudahan, tiga perwira Indonesia itu nanti bisa menjawab semua pertanyaan ini.
|