|
KURSI Ketua PDI Perjuangan di Jakarta bakal melompong. Ini terjadi menyusul turunnya surat pemecatan terhadap Tarmidi Suhardjo, yang diteken Megawati Sukarnoputri Selasa pekan lalu. Dalam surat pemecatan, Ketua Umum Partai Banteng itu menilai Tarmidi telah "melanggar disiplin partai" dalam pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta.
Tarmidi sejak awal ngotot mengajukan dirinya sebagai calon kader partai untuk jabatan menggiurkan itu. Alasannya, karena ia menjalankan amanat rapat kerja pengurus daerah PDIP Jakarta. Tindakan ini tak ayal berseberangan dengan keputusan pengurus pusat PDIP, yang justru mencalonkan Sutiyoso dan Fauzi Bowo.
Tarmidi tak bisa menyembunyikan kekecewaannya akan keputusan pengurus pusat partainya. Ia merasa mestinya ia mendapat hak pembelaan diri sebelum mendapat vonis pemecatan. "Hingga kini saya belum pernah dipanggil (Megawati)," ujarnya. "Tapi saya akan tetap fight, menanyakan prosedur pencopotan ini."
Sebagai pengganti Tarmidi, Megawati menunjuk anggota Fraksi PDIP di DPRD Jakarta, Sumijati Soekarno, sebagai pelaksana harian pengurus daerah DKI. Dua rekan Tarmidi, Ugiek Sugihardjo dan Dadang Hamdani, yang turut menolak Sutiyoso, cuma menerima sanksi peringatan.
|