Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 33/XXXI/14 - 20 Oktober 2002
   
Peristiwa

Malaysia Tolak Si Abang

BEBAS beraktivitas di negeri sendiri bukan berarti bisa bebas pula di negeri orang. Nasib buruk itulah yang menimpa praktisi hukum Adnan Buyung Nasution. Selasa pekan lalu, ia dicegah masuk Malaysia. Di bandara Kuala Lumpur Si Abang digelandang masuk kantor pimpinan bandara untuk kemudian diminta angkat koper kembali ke Jakarta.

Buyung ke Malaysia buat memenuhi undangan Wan Azizah Wan Ismail, pemimpin Partai Keadilan dan juga istri Anwar Ibrahim—seteru politik Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Dalam sebuah seminar yang diadakan partai oposisi itu, Buyung rencananya akan membawakan makalah tentang perkembangan reformasi di Indonesia.

Selain itu, ia juga bakal menyerahkan petisi kepada Mahathir agar ia mengizinkan Anwar, yang kini sedang dipenjara pemerintah, berobat ke Jerman. Surat itu merupakan bentuk solidaritas sejumlah aktivis dan intelektual Indonesia terhadap penderitaan Anwar. Bersama Buyung, ikut meneken petisi itu antara lain Ketua MPR Amien Rais, Ketua Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif, seniman Rendra, sosiolog Ignas Kleden, dan pengamat politik Taufik Abdullah.

Tak ada penjelasan resmi dari pemerintah Malaysia mengapa Buyung dicekal. Tapi kuat dugaan, bekas Ketua Lembaga Bantuan Hukum ini dicegah masuk karena dinilai mencampuri urusan dalam negeri negara jiran tersebut. "Perjuangan menegakkan hak asasi manusia adalah persoalan universal dan tidak boleh dibatasi oleh batas negara," kata Buyung.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data