|
Pemilihan umum untuk memilih anggota parlemen Pakistan berlangsung rusuh. Sedikitnya tujuh orang sipil tewas ditembak dan sembilan lainnya luka. Para pendukung National People Party, yang pro-pemerintah dan militer, berhadapan dengan Pakistan People's Party pimpinan Benazir Bhutto. Inilah pemilu pertama sejak Presiden Pervez Musharraf mengambil alih kekuasaan pada tahun 1999 lewat kudeta militer dan berjanji mengembalikan demokrasi di negeri Ali Jinnah itu. Namun, dua bekas perdana menteri sebelumnya, yakni Nawaz Sharif dan Benazir Bhutto—partainya ikut dalam pemilu—dilarang masuk Pakistan dari pengasingannya di London dan Arab Saudi.
Pemilu kali ini memperebutkan 324 suara yang diikuti 7.054 kandidat. Menariknya, koalisi pro-Taliban memperoleh mayoritas kursi parlemen di beberapa provinsi yang berbatasan dengan Afganistan. Garis politik mereka berseberangan dengan Musharraf, yang mendukung AS ketika berperang di Afganistan. Namun, apa pun hasilnya, banyak orang memperkirakan kekuasaan Musharraf tak akan berkurang, termasuk haknya membubarkan parlemen dan memecat perdana menterinya. Meskipun begitu, ia berjanji menyerahkan kekuasaan setelah pemilu.
I G.G. Maha Adi (AP, AFP)
|