Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 33/XXXI/14 - 20 Oktober 2002
   
Luar Negeri

Delapan Orang Mati di Filipina

BOM yang meledak di terminal bus Kota Kidapawan, Filipina Selatan, menewaskan delapan orang dan menyebabkan 19 lainnya luka-luka. Bom itu ditaruh di bawah tempat duduk penunggu bus sekitar pukul tiga sore waktu setempat, ketika sedang ramai-ramainya para pelalu-lalang di kota itu. Ini bom kedua setelah serangan 2 Oktober lalu, yang menewaskan satu tentara AS dan tiga orang Filipina. Pihak militer langsung mengadakan investigasi, terutama ke kelompok Tentara Rakyat Baru (NPA) dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), dua gerombolan pemberontak di negara Gloria Arroyo itu. Mereka, kata juru bicara militer, belakangan terlihat aktif di Kidapawan. Sampai pekan lalu, tak ada yangn mengaku bertanggung jawab.

Meskipun faksi MILF, yakni MNLF, sudah meneken perdamaian dengan pemerintah Filipina pada 1996, induknya masih berjuang mendirikan negara Islam. Sedangkan NPA sudah selama 30 tahun terakhir bertekad mendirikan negara berideologi Marxis.

I G.G. Maha Adi (AP, AFP)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data