Delapan Orang Mati di Filipina |
BOM yang meledak di terminal bus Kota Kidapawan, Filipina Selatan, menewaskan delapan orang dan menyebabkan 19 lainnya luka-luka. Bom itu ditaruh di bawah tempat duduk penunggu bus sekitar pukul tiga sore waktu setempat, ketika sedang ramai-ramainya para pelalu-lalang di kota itu. Ini bom kedua setelah serangan 2 Oktober lalu, yang menewaskan satu tentara AS dan tiga orang Filipina. Pihak militer langsung mengadakan investigasi, terutama ke kelompok Tentara Rakyat Baru (NPA) dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), dua gerombolan pemberontak di negara Gloria Arroyo itu. Mereka, kata juru bicara militer, belakangan terlihat aktif di Kidapawan. Sampai pekan lalu, tak ada yangn mengaku bertanggung jawab.
Meskipun faksi MILF, yakni MNLF, sudah meneken perdamaian dengan pemerintah Filipina pada 1996, induknya masih berjuang mendirikan negara Islam. Sedangkan NPA sudah selama 30 tahun terakhir bertekad mendirikan negara berideologi Marxis.
I G.G. Maha Adi (AP, AFP)
|