Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 33/XXXI/14 - 20 Oktober 2002
   
Luar Negeri

Kejutan dari Kashmir

PEMILU di Negara Bagian Kashmir memberi kejutan buat pemerintah India. Hegemoni kekuasaan Partai Konferensi Nasional—dukungan kelompok Hindu nasionalis di New Delhi—runtuh. Partai yang didirikan dinasti Abdullah itu, yang sekarang dipimpin sang cucu, Omar Abdullah, telah berkuasa di Kashmir sejak 1947 saat India merdeka. Sekarang partai itu cuma mendapat 28 kursi, jumlah yang amat kecil dari 44 kursi yang dibutuhkan agar menguasai mayoritas kursi legislatif yang berjumlah 87. Partai Kongres mengumpulkan 20 kursi, dan Partai Rakyat Demokratik mengaku memperoleh 16 kursi.

Krisis manajemen, korupsi, dan kesombongan diperkirakan menjadi penyebab kekalahan itu. Yang mengkhawatirkan India, hasil tersebut bisa jadi awal menguatnya tuntutan kemerdekaan di Kashmir dan desakan agar merundingkan masa depan Kashmir dengan Pakistan—dua pilihan yang selalu dihindari oleh Perdana Menteri India, Atal Bihari Vajpayee. Ia juga menghindari pembicaraan hasil pemilu itu. "Kemenangan ini bukan milik perorangan atau kelompok, melainkan (milik) demokrasi India," katanya.

I G.G. Maha Adi (AP, AFP)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data