|
PEMILU di Negara Bagian Kashmir memberi kejutan buat pemerintah India. Hegemoni kekuasaan Partai Konferensi Nasional—dukungan kelompok Hindu nasionalis di New Delhi—runtuh. Partai yang didirikan dinasti Abdullah itu, yang sekarang dipimpin sang cucu, Omar Abdullah, telah berkuasa di Kashmir sejak 1947 saat India merdeka. Sekarang partai itu cuma mendapat 28 kursi, jumlah yang amat kecil dari 44 kursi yang dibutuhkan agar menguasai mayoritas kursi legislatif yang berjumlah 87. Partai Kongres mengumpulkan 20 kursi, dan Partai Rakyat Demokratik mengaku memperoleh 16 kursi.
Krisis manajemen, korupsi, dan kesombongan diperkirakan menjadi penyebab kekalahan itu. Yang mengkhawatirkan India, hasil tersebut bisa jadi awal menguatnya tuntutan kemerdekaan di Kashmir dan desakan agar merundingkan masa depan Kashmir dengan Pakistan—dua pilihan yang selalu dihindari oleh Perdana Menteri India, Atal Bihari Vajpayee. Ia juga menghindari pembicaraan hasil pemilu itu. "Kemenangan ini bukan milik perorangan atau kelompok, melainkan (milik) demokrasi India," katanya.
I G.G. Maha Adi (AP, AFP)
|