Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 33/XXXI/14 - 20 Oktober 2002
   
Ekonomi dan Bisnis

BPPN Gedor Salim

Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) tampaknya tak mau disebut macan ompong. Pekan lalu, Kepala BPPN Syafruddin Temenggung kembali mengancam Salim agar melunasi misrepresentation (salah perhitungan). Dari "misrep" senilai Rp 729,5 miliar, Salim telah membayar Rp 560 miliar secara tunai dan dengan saham Bank BCA yang dimiliki Anthony. Sisanya itulah yang harus ditagih BPPN. Harap diketahui, ini ancaman Syaf yang kesekian kalinya dan selama ini tak pernah mempan. Sebelumnya, Syafruddin juga minta agar Holdiko menjual 17 aset eks Grup Salim yang tersisa—di luar Metropolitan Kentjana, Riau Resort, dan Indosiar. Pendeknya, semua aset itu harus sudah dijual sebelum akhir tahun ini. "Mungkin Holdiko tidak suka. Tapi, I don't care," kata Syafruddin dalam sebuah acara yang berlangsung di Jakarta, Kamis pekan lalu, seperti dikutip detik.com.

Syaf barangkali lupa bahwa yang mesti ditagih tak cuma Salim. Masih ada Sjamsul Nursalim, yang sampai kini memiliki kekurangan pembayaran tunai senilai Rp 648 miliar. Sedangkan aset Sjamsul senilai Rp 27,4 triliun sampai sekarang belum terjual satu pun. Juga ada Mohamad (Bob) Hasan, Usman Admadjaja, Kaharudin Ongko, Samadikun Hartono, dan puluhan bankir lain yang masih punya utang berjibun kepada BPPN. Agaknya, Syafruddin tengah kelabakan memenuhi target Rp 42,8 triliun dalam APBN 2002. Dari target itu, sampai September lalu baru terkumpul dana tunai Rp 24,6 triliun. Tak aneh jika program penju-alan aset, yang biasanya me-makan waktu sembilan bulan, kini dikebut dalam dua bulan.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data