Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 33/XXXI/14 - 20 Oktober 2002
   
Arsip

TEMPO, 17 Mei 1980

Kantor Mahkamah Agung dituding menjadi sarang mafia peradilan. Tudingan itu muncul dari V.B. Da Costa, anggota DPR RI Republik Indonesia, yang menerima laporan masyarakat menyangkut kebobrokan peradilan yang menjadi-jadi. ”Makin hari makin buruk,” kata Da Costa. Ia melihat calo-calo mulai mencari perkara di kantor Mahkamah Agung. Dalam banyak perkara, Mahkamah Agung memang sering menunda keputusan pengadilan bawahan hanya dengan perintah melalui telepon atau surat kawat.

Gempuran terhadap citra lembaga itu juga datang dari Pelaksana Khusus Daerah Jakarta Raya. Lembaga kekuasaan yang memiliki kewenangan ekstra-yudisial di zaman awal Orde Baru ini mencomot Endang Wijaya dari sebuah rumah mewah dan menempatkannya di Rumah Sakit Gatot Subroto di Jakarta. Endang adalah terdakwa kasus subversi dan korupsi yang merugikan negara sekitar Rp 22 miliar yang memperoleh kelonggaran dari pengadilan dengan status tahanan rumah karena sakit. Kalangan hukum menilai tindakan Pelaksana Khusus Daerah itu mencampuri kewenangan pengadilan. Tapi pihak Pelaksana Khusus merasa perlu melakukannya untuk menarik perhatian soal mafia peradilan.

Tak semua pihak punya napas panjang dalam mempersoalkan mafia di dunia pengadilan. Persatuan Advokat Indonesia (Peradin), misalnya. Pada mulanya menggebu-gebu meletupkan soal mafia peradilan ke publik, tapi aksi Peradin kemudian melesu di tengah jalan.

Mafia peradilan bukan hal yang baru di negeri ini. Juga tradisi korupsi yang menggerogoti mental sebagian aparat penegak hukum. Berita pekan-pekan ini seputar Jaksa Agung M.A. Rachman, yang diduga ”memperdagangkan jabatan”, mengingatkan orang pada tradisi buruk yang panjang dalam lembaga peradilan Indonesia.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
28/XXXVII/01 - 7 September 2008

 

Berita lainnya

Prancis Tetap Optimistis - 07 Sep 2008 | 10:32 WIB
Hasil Penyisihan Amerika Utara dan Oseania - 07 Sep 2008 | 10:23 WIB
Hasil Penyisihan Piala Dunia Afrika - 07 Sep 2008 | 10:16 WIB
Lippi Salahkan Kondisi Pemain - 07 Sep 2008 | 10:07 WIB
Hasil Penyisihan Piala Dunia Amerika Selatan - 07 Sep 2008 | 10:06 WIB
Hasil Penyisihan Piala Dunia Asia - 07 Sep 2008 | 10:00 WIB
AirAsia X Tidak Terganggu Harga Minyak - 07 Sep 2008 | 09:55 WIB
Podolski Membuktikan Diri - 07 Sep 2008 | 09:40 WIB
Hasil Penyisihan Piala Dunia Eropa - 07 Sep 2008 | 09:40 WIB
Makanan Pasar di Balikpapan Memakai Pewarna Tekstil - 07 Sep 2008 | 09:25 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data