Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 32/XXXI/07 - 13 Oktober 2002
   
Ekonomi dan Bisnis

Ekspor Kian Lemah

Indonesia harus waspada. Ekspor Indonesia pada Agustus lalu hanya US$ 4,8 miliar—turun dibandingkan dengan Juni dan Juli, yang sempat menembus US$ 5 miliar. Penurunan terjadi karena ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat dan Singapura turun, sehingga kenaikan ekspor ke Jepang yang hanya 12,69 persen tak banyak menolong. Ekspor nonmigas Indonesia ke tiga negara ini mencapai hampir 40 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia. Sementara itu, secara kumulatif (Januari-Agustus), ekspor Indonesia turun 5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menjadi US$ 37,35 miliar.

Penurunan ekspor ini diperkirakan masih akan berlangsung 1-2 bulan ke depan. Perkiraan ini didasarkan pada penurunan volume dan nilai impor sampai Juli lalu. Biasanya, efek impor terhadap besaran ekspor terjadi 2-3 bulan kemudian. Kendati demikian, Indonesia masih punya harapan dalam tiga bulan terakhir karena impor Indonesia mulai naik pada Agustus, yakni 8,54 persen, menjadi US$ 2,82 miliar. Hasil survei Bank Indonesia yang dirilis Agustus lalu juga menunjukkan hal yang sama. Selama triwulan kedua tahun ini, realisasi investasi meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Realisasi investasi itu kebanyakan berupa pembelian mesin dan bangunan. Para pengusaha yang disurvei juga menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan ekspansi usahanya pada tahun ini.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data