Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 32/XXXI/07 - 13 Oktober 2002
   
Arsip

TEMPO, 13 Oktober 1979

Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, 5 Oktober 1979. Puluhan pelajar berebut menyalami Jenderal Muhammad Jusuf, yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan sekaligus Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), seusai peringatan hari ulang tahun ke-34 ABRI. Tokoh yang satu ini sedang populer. Mungkin ucapan-ucapannya yang jujur dan terkadang terasa ”melawan arus” dirasakan bagai angin segar oleh masyarakat.

Dua pekan sebelumnya, contohnya, dia melarang semua perwira ABRI aktif melakukan usaha perdagangan secara langsung. Tujuannya adalah agar para perwira bisa memusatkan perhatian pada tugasnya. Yang tidak mematuhi ketentuan ini akan diberhentikan atau pensiunnya dipercepat.

Praktek bisnis tentara memang sudah dianggap biasa, meskipun bukan tanpa kritik dan keluhan dari masyarakat. Usaha tentara dianggap bisa menyaingi pihak swasta secara tak sehat. Padahal, sejak 1974, pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 sebenarnya telah melarang praktek ini.

Bukan cuma bisnis pribadi yang disorot Jusuf. Para perwira yang bertugas di Yayasan Kartika Eka Paksi perlu pula menarik diri. Yayasan milik Angkatan Darat yang didirikan pada 1968 ini memayungi sekitar 14 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, dari perkayuan sampai tekstil.

Kini keterlibatan perwira ABRI—sekarang telah berubah menjadi TNI—disorot lagi. Soalnya, masih ada perwira aktif, karena posisinya di Angkatan Darat, terlibat langsung mengurus Yayasan Kartika Eka Paksi. Selain itu, telah muncul undang-undang baru yang melarang yayasan berbisnis atau memiliki lebih dari 25 persen saham di sebuah perusahaan.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data