|
UNTUK memperingati setahun meninggalnya sutradara Teguh Karya, Alex Komang punya cara sendiri. Pekan lalu lelaki 41 tahun ini sibuk mengurus "lahannya" di kawasan Kebun Pala, Jakarta. Dia akan menanam bibit-bibit aktor dan artis di markas Teater Populer itu. Alex bertekad menghidupkan lagi teater warisan Teguh Karya tersebut.
Kini, ia pun mulai mengumpulkan para alumni teater yang berdiri sejak 1968 itu. Langkahnya bukan sekadar sebagai balas budi kepada Teguh Karya, yang telah membesarkan dirinya, tapi juga demi kemajuan teater di negeri ini. "Sayang. Sebab, dia telah meninggalkan markas kesenian yang berlingkungan sehat," ujarnya.
UNTUK memperingati setahun meninggalnya sutradara Teguh Karya, Alex Komang punya cara sendiri. Pekan lalu lelaki 41 tahun ini sibuk mengurus "lahannya" di kawasan Kebun Pala, Jakarta. Dia akan menanam bibit-bibit aktor dan artis di markas Teater Populer itu. Alex bertekad menghidupkan lagi teater warisan Teguh Karya tersebut.
Kini, ia pun mulai mengumpulkan para alumni teater yang berdiri sejak 1968 itu. Langkahnya bukan sekadar sebagai balas budi kepada Teguh Karya, yang telah membesarkan dirinya, tapi juga demi kemajuan teater di negeri ini. "Sayang. Sebab, dia telah meninggalkan markas kesenian yang berlingkungan sehat," ujarnya.
|