Guruh Sukarnoputra Jalan Tuhan |
A YUNAN tubuh nan rancak dan indah yang bisa menggetarkan jantung Guruh Sukarnoputra. Lewat tarian pula koreografer 49 tahun ini luruh hati pada Sabina Guseynova, gadis Uzbekistan. Setelah diam-diam berpacaran selama lima bulan, akhirnya adik Presiden Megawati ini melepas masa lajangnya. "Ini semua jalan Tuhan buat saya. Maka saya lakoni saja," katanya kepada TEMPO.
Hampir tanpa persiapan, mereka menikah di Tashkent, Uzbekistan, 20 September lalu. Semula putra bungsu Bung Karno itu datang ke sana hanya ingin berkenalan dengan keluarga Sabina. Dia cuma ditemani tiga kawannya dan seorang penerjemah. Tapi orang tua gadis 23 tahun ini langsung "menodongnya" agar menikahi putrinya.
Buru-buru Guruh mengontak semua kakaknya di Jakarta. Megawati Sukarnoputri dan suaminya, Taufiq Kiemas, semula bersedia datang. Tapi, karena waktunya mepet, kata Alex Hassim— salah satu teman Guruh—akhirnya mereka cuma memberi restu lewat telepon.
Toh akad nikah yang diadakan di sebuah masjid berlangsung khidmat. Emas kawinnya berupa Al-Quran dan buku Di Bawah Bendera Revolusi karya ayahnya. Saat itu juga Guruh memberikan nama baru, Padmavati, buat istrinya.
Padmavati akan diboyong ke Jakarta pekan ini. Mereka akan tinggal di Jalan Sriwijaya 26, Jakarta Selatan, yang selama ini ditempati Guruh. Resepsinya, menurut seorang teman dekatnya, kemungkinan akan diadakan pada bulan Oktober atau sebelum puasa.
Guruh mulai tertambat hatinya April lalu saat melawat ke Korea Utara. Saat itu Sabina membawakan tarian klasik dalam The Spring Friendship Art Festival. Setelah berkenalan, dia mengundangnya menghadiri pembukaan Pekan Raya Jakarta Juni lalu.
Yang pasti, pernikahan ini menyodorkan sebuah bukti. Kata Alex, "Ini mematahkan gunjingan orang selama ini bahwa Mas Guruh kurang berminat pada perempuan."
|