Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 31/XXXI/30 September - 06 Oktober 2002
   
Pokok dan Tokoh

Guruh Sukarnoputra

Jalan Tuhan

A YUNAN tubuh nan rancak dan indah yang bisa menggetarkan jantung Guruh Sukarnoputra. Lewat tarian pula koreografer 49 tahun ini luruh hati pada Sabina Guseynova, gadis Uzbekistan. Setelah diam-diam berpacaran selama lima bulan, akhirnya adik Presiden Megawati ini melepas masa lajangnya. "Ini semua jalan Tuhan buat saya. Maka saya lakoni saja," katanya kepada TEMPO.

Hampir tanpa persiapan, mereka menikah di Tashkent, Uzbekistan, 20 September lalu. Semula putra bungsu Bung Karno itu datang ke sana hanya ingin berkenalan dengan keluarga Sabina. Dia cuma ditemani tiga kawannya dan seorang penerjemah. Tapi orang tua gadis 23 tahun ini langsung "menodongnya" agar menikahi putrinya.

Buru-buru Guruh mengontak semua kakaknya di Jakarta. Megawati Sukarnoputri dan suaminya, Taufiq Kiemas, semula bersedia datang. Tapi, karena waktunya mepet, kata Alex Hassim— salah satu teman Guruh—akhirnya mereka cuma memberi restu lewat telepon.

Toh akad nikah yang diadakan di sebuah masjid berlangsung khidmat. Emas kawinnya berupa Al-Quran dan buku Di Bawah Bendera Revolusi karya ayahnya. Saat itu juga Guruh memberikan nama baru, Padmavati, buat istrinya.

Padmavati akan diboyong ke Jakarta pekan ini. Mereka akan tinggal di Jalan Sriwijaya 26, Jakarta Selatan, yang selama ini ditempati Guruh. Resepsinya, menurut seorang teman dekatnya, kemungkinan akan diadakan pada bulan Oktober atau sebelum puasa.

Guruh mulai tertambat hatinya April lalu saat melawat ke Korea Utara. Saat itu Sabina membawakan tarian klasik dalam The Spring Friendship Art Festival. Setelah berkenalan, dia mengundangnya menghadiri pembukaan Pekan Raya Jakarta Juni lalu.

Yang pasti, pernikahan ini menyodorkan sebuah bukti. Kata Alex, "Ini mematahkan gunjingan orang selama ini bahwa Mas Guruh kurang berminat pada perempuan."


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data