Setengah Abad Berebut Emas |
DOMINASI Cina, Jepang, dan Korea Selatan pada ajang Asian Games dalam 20 tahun terakhir tak tergoyahkan. Mereka selalu berada dalam posisi tiga besar. Jepang malah sudah delapan kali (berturut-turut sejak 1951) menjuarai perhelatan olahraga se-Asia ini. Keperkasaan Negeri Sakura baru bisa dirontokkan oleh Cina pada Asian Games 1982 di New Delhi, dan sejak itu Cina memimpin sampai Asian Games 1998 lalu. Inilah catatan prestasi dari 13 kali perhelatan akbar empat tahunan itu.
Asian Games I (1951)
New Delhi, India
1. Jepang
2. India
3. Iran
7. Indonesia (5 perunggu)
Diikuti 11 negara dengan mempertandingkan enam cabang olahraga.
Asian Games II (1954)
Manila, Filipina
1. Jepang
2. Filipina
3. Korea Selatan
11. Indonesia (4 perunggu)
Di ajang ini Li Ning Pi, pelari 10.000 meter dari Taiwan, terjatuh sekitar 400 meter menjelang garis finish. Namun dia ngotot menyelesaikan lomba, dan saat mencapai garis finish, Li meninggal dunia.
Asian Games III (1958)
Tokyo, Jepang
1. Jepang
2. Filipina
3. Korea Selatan
14. Indonesia (6 perunggu)
Diikuti 20 negara, mempertandingkan 13 cabang olahraga. Semboyan "Ever Onward" (maju terus), yang dipakai sejak Asian Games pertama kali ini, ditetapkan sebagai slogan resmi Asian Games.
Asian Games IV (1962)
Jakarta, Indonesia
1. Jepang
2. Indonesia (11 emas, 12 perak, dan 28 perunggu)
3. India
"Lonceng kematian Asian Games telah berbunyi di Jakarta," begitu harian The Straits Times Singapura menanggapi terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah. Banyak negara meragukan kemampuan Presiden Sukarno menyediakan fasilitas yang memadai. Tapi Sukarno tak mau diremehkan. Dia langsung membangun kompleks stadion Senayan seluas 225 hektare. Sekitar 3.000 penduduk dipindahkan ke daerah Tebet, Jakarta Selatan. Asian Games ini hanya diikuti 16 negara dan mempertandingkan 14 cabang olahraga, karena aksi boikot sejumlah negara.
Asian Games V (1966)
Bangkok, Thailand
1. Jepang
2. Korea Selatan
3. Thailand
7. Indonesia (5 emas, 5 perak, 13 perunggu)
Mempertandingkan 14 cabang olahraga, dan diikuti 18 negara.
Asian Games VI (1970)
Bangkok, Thailand
1. Jepang
2. Korea Selatan
3. Thailand
9. Indonesia (2 emas, 5 perak, dan 13 perunggu)
Semula Asian Games VI akan digelar di Seoul, Korea Selatan. Namun, karena adanya ketegangan politik dengan Korea Utara, akhirnya dipindahkan ke Bangkok. Sebagai penyelenggara Asian Games sebelumnya, negara ini dinilai paling siap.
Asian Games VII (1974)
Teheran, Iran
1. Jepang
2. Iran
3. Cina
9. Indonesia (3 emas, 4 perak, 4 perunggu)
Iran menjadi negara Timur Tengah pertama yang menjadi tuan rumah Asian Games. Asian Games Federation memutuskan mengeluarkan Taiwan dan tempatnya digantikan Republik Rakyat Cina. Cina langsung menyodok ke tempat ketiga, dan sejak itu selalu masuk dalam tiga besar Asia.
Asian Games VIII (1978)
Bangkok, Thailand
1. Jepang
2. Cina
3. Korea Selatan
7. Indonesia (8 emas, 7 perak, 18 perunggu)
Sri Lanka, Korea Selatan, Singapura, dan Pakistan yang ditunjuk sebagai tuan rumah mengundurkan diri. Jepang dan Indonesia yang diminta untuk menggantikannya juga menolak. Akhirnya pilihan jatuh ke Bangkok.
Asian Games IX (1982)
New Delhi, India
1. Cina
2. Jepang
3. Korea Selatan
6. Indonesia (4 emas, 4 perak, dan 7 perunggu)
Untuk pertama kalinya dominasi Jepang tumbang.
Asian Games X, (1986)
Seoul, Korea Selatan
1. Cina
2. Korea Selatan
3. Jepang
9. Indonesia (1 emas, 5 perak, 14 perunggu)
Setelah dua kali mundur sebagai calon tuan rumah, kali ini Seoul menyanggupi. Korea Utara menolak hadir di Seoul karena masih menyimpan masalah politik dengan Korea Selatan.
Asian Games XI (1990)
Beijing, Cina
1. Cina
2. Korea Selatan
3. Jepang
7. Indonesia (3 emas, 6 perak, 21 perunggu)
Diikuti 37 negara dengan mempertandingkan 27 cabang olahraga. Cina sebagai tuan rumah memasukkan kano, sepak takraw, dan wushu, yang merupakan ladang medali bagi negara ini.
Asian Games XII (1994)
Hiroshima, Jepang
1. Cina
2. Jepang
3. Korea Selatan
11. Indonesia (3 emas, 12 perak, 11 perunggu)
Untuk pertama kalinya Asian Games dilaksanakan di luar ibu kota negara. Lima negara pecahan Uni Soviet untuk pertama kalinya ikut serta dalam Asian Games.
Asian Games XIII (1998)
Bangkok, Thailand
1. Cina
2. Korea Selatan
3. Jepang
11. Indonesia (6 emas, 10 perak, 11 perunggu)
Irak, Arab Saudi, dan Afganistan tidak mengirim atletnya karena situasi politik dalam negeri mereka.
|