Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 31/XXXI/30 September - 06 Oktober 2002
   
Ekonomi dan Bisnis

Ekonomi Asia Membaik

PEREKONOMIAN Asia tak selamanya kelam. Paling tidak, di mata Dana Moneter Internasional (IMF), yang Rabu pekan lalu mengeluarkan ramalan tentang pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Dalam World Economic Outlook, IMF merevisi ramalan mereka sebelumnya yang suram. Katanya, perekonomian empat negara—Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Filipina—tahun ini akan tumbuh 3,6 persen alias lebih tinggi 0,3 persen daripada ramalan IMF April silam. IMF juga mengubah prediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini untuk Cina, dari 7,0 persen menjadi 7,5 persen.

Sebaliknya IMF meramalkan perekonomian Amerika dan Eropa—di luar Inggris dan Kanada—bakal lebih jelek dibandingkan dengan yang diperkirakan sebelumnya. Pada triwulan pertama, ekonomi AS tumbuh 5,8 persen, tapi tiga bulan berikutnya turun menjadi hanya 1 persen.

Dalam penjelasannya, IMF mengatakan bahwa koreksi angka pertumbuhan itu dilakukan karena kelima negara tersebut mampu menaikkan produksi dan ekspornya seiring dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang. Namun IMF memperingatkan bahwa ketergantungan perekonomian negara Asia terhadap negara maju masih tinggi sehingga ekonomi mereka akan guncang jika laju perekonomian negara seperti Amerika Serikat atau Jepang menurun.

Ketergantungan ini harus diwaspadai oleh Indonesia. Meskipun tahun ini perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih baik dari yang diperkirakan—data Indef: dari 2,86 persen menjadi 3,48 persen—tren ekspor mengkhawatirkan. Sampai Juli lalu, laju ekspor nonmigas menurun dan diikuti oleh laju impor yang juga turun lebih cepat. Diperkirakan, penurunan impor ini akan mempengaruhi volume ekspor dalam tiga bulan mendatang. Karena itu, Indonesia sebaiknya memang mencari pasar baru agar ketergantungan pada negara maju bisa dikurangi.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data