Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 31/XXXI/30 September - 06 Oktober 2002
   
Arsip

TEMPO, 4 Oktober 1980

Menteri Dalam Negeri Amir Machmud membuat berita. Di depan Komisi Hukum dan Dalam Negeri DPR ia memperingatkan bahaya kembalinya PKI. ”Saya tidak ngarang. Semua informasi diperoleh dari pemeriksaan bekas anggota PKI,” katanya. Anggota partai terlarang itu, kabarnya, aktif menjalin koordinasi dan diskusi di Solo serta Jakarta, dan berusaha menyusup melalui organisasi Islam. ”Saya mohon perhatian dari Fraksi PPP dan umat Islam seluruhnya,” kata Menteri Amir Machmud ketika itu.

Reaksi terhadap pernyataan ini beragam. Ada yang percaya, ada yang mengangkat alis. Soalnya, Amir Machmud dikenal sebagai pejabat yang gemar memberi peringatan. Apalagi dalam keterangannya kepada pers, Panglima Kodam Jakarta, Mayor Jenderal Norman Sasono, mengatakan di wilayahnya tak ada indikasi bekas tahanan PKI melakukan kegiatan. Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban, Sudomo, bahkan menjamin keadaan aman terkendali.

Gertak Amir Machmud ini dibaca sebagai upaya Departemen Dalam Negeri untuk menekan kelompok Islam. Tujuannya untuk memecah konsentrasi Partai Persatuan Pembangunan—satu-satunya partai berafiliasi Islam—menjelang Pemilu 1982. ”Ini pernyataan tersirat agar kelompok Islam, terutama PPP, diawasi,” kata Husnie Thamrin, Wakil Sekjen PPP.

Telah lama isu PKI menjadi komoditi pemerintah untuk menekan kelompok yang berseberangan. Tapi zaman berubah. Dan peristiwa G30S kini bisa ditulis dan ditafsirkan ulang—baik oleh simpatisan maupun penentang PKI. Seperti yang terjadi pekan lalu: sejumlah anak jenderal pahlawan revolusi meluncurkan buku yang merekam pengalaman pribadi mereka tentang tragedi 37 tahun silam itu.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
26/XXXVII/18 - 24 Agustus 2008

 

Berita lainnya

Ketinggian Pohon Punya Batas - 21 Ags 2008 | 22:57 WIB
Polisi Jawa Barat Ingatkan Pelaku Pembajakan - 21 Ags 2008 | 22:56 WIB
Susyana Rebut Perunggu - 21 Ags 2008 | 22:43 WIB
Kontras Desak Semua Saksi Peradilan Muchdi Dihadirkan - 21 Ags 2008 | 21:43 WIB
Terlibat Pidana, 15 Polisi Terancam Dipecat - 21 Ags 2008 | 21:25 WIB
Kualitas Laporan Keuangan Daerah Makin Buruk - 21 Ags 2008 | 21:19 WIB
Rio Tinto Tunggu Persetujuan Pemda dan DPR - 21 Ags 2008 | 21:18 WIB
Partai Politik Segera Dapat Dana Bantuan Pemerintah - 21 Ags 2008 | 21:12 WIB
Polisi Cokok Dua Jaringan Narkoba Afrika - 21 Ags 2008 | 21:06 WIB
KPU Tak Punya Aturan Tentang Kepala Desa yang Jadi Calon Legislator - 21 Ags 2008 | 20:59 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data