Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 30/XXXI/23 - 29 September 2002
   
Ekonomi dan Bisnis

Laba Kimia Farma

Kimia Farma, yang berencana masuk bursa, dituding merekayasa laporan keuangan tahun 2001. Dalam laporan keuangan itu disebutkan bahwa perusahaan obat pelat merah ini membukukan laba bersih Rp 132 miliar. Tapi, berdasarkan audit Hans Tuanakotta & Mustofa, labanya cuma Rp 100 miliar. Menurut Direktur Utama Kimia Farma, Gunawan Pranoto, perbedaan perhitungan laba bersih itu mungkin disebabkan oleh perbedaan pencatatan inventori (persediaan) lantaran bahan baku untuk produk Kimia Farma kebanyakan masih diimpor. Dia menjelaskan bahwa bisa saja volumenya sama tapi nilai rupiahnya berbeda karena kurs. Selain itu, ada faktor subsidi yang bisa mengubah perhitungan laba. Berkaitan dengan hal itu, pemerintah kemudian memerintahkan audit ulang. "Hasilnya akan diumumkan pekan ini," kata Gunawan kepada pers, Kamis pekan lalu.

Sejauh ini manajemen Kimia Farma menduga bahwa perbedaan ini memang kesalahan pencatatan inventori. Tapi bukan tidak mungkin kejadiannya lebih dari itu. Dan semua itu baru bisa dibuktikan setelah audit terhadap Kimia Farma selesai. Kasus ini mirip dengan yang terjadi pada WorldCom. Perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat ini juga dituduh melakukan penggelembungan keuntungan. Bedanya, rekayasa yang dilakukan manajemen WorldCom didukung oleh auditornya, sedangkan di Kimia Farma auditornya justru yang menemukan perbedaan.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data