Kecewa Pengadilan Ad Hoc (1) |
SEPERTI sudah diduga, pengadilan ad hoc hak asasi manusia di Indonesia hanyalah sandiwara untuk memenuhi tuntutan dunia internasional. Dengan adanya putusan bebas kepada beberapa penjahat perang, sekali lagi memberi pelajaran kepada kita bahwa kebenaran dan kejujuran sama sekali tidak bisa diharapkan lagi dari pengadilan Indonesia.
Saya pikir rakyat Timor Loro Sa?e, yang menjadi korban kebiadaban pejabat dan militer Indonesia selama 25 tahun, sudah saatnya bangkit dari lenanya dan menuntut lebih keras lagi untuk suatu pengadilan hak-hak asasi manusia internasional. Harus ada suatu kejelasan dan kepastian terhadap kabut penderitaan yang menyelimuti rakyat Timor Loro Sa?e selama 24 tahun bahkan hingga kini.
Gido
Dili, Timor Loro Sa?e
E-mail: gidosousa70@yahoo.com
|