Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 29/XXXI/16 - 22 September 2002
   
Surat

Kecewa Pengadilan Ad Hoc (1)

SEPERTI sudah diduga, pengadilan ad hoc hak asasi manusia di Indonesia hanyalah sandiwara untuk memenuhi tuntutan dunia internasional. Dengan adanya putusan bebas kepada beberapa penjahat perang, sekali lagi memberi pelajaran kepada kita bahwa kebenaran dan kejujuran sama sekali tidak bisa diharapkan lagi dari pengadilan Indonesia.

Saya pikir rakyat Timor Loro Sa?e, yang menjadi korban kebiadaban pejabat dan militer Indonesia selama 25 tahun, sudah saatnya bangkit dari lenanya dan menuntut lebih keras lagi untuk suatu pengadilan hak-hak asasi manusia internasional. Harus ada suatu kejelasan dan kepastian terhadap kabut penderitaan yang menyelimuti rakyat Timor Loro Sa?e selama 24 tahun bahkan hingga kini.

Gido
Dili, Timor Loro Sa?e
E-mail: gidosousa70@yahoo.com


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data