Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 29/XXXI/16 - 22 September 2002
   
Ekonomi dan Bisnis

Farallon Masih Inginkan BCA

MENJADI mayoritas di Bank Central Asia (BCA) ternyata menyenangkan bagi konsorsium Farallon. Setelah menguasai 51 persen, Farallon menginginkan saham tambahan, yaitu 6,6 persen saham BCA milik BPPN yang kabarnya akan dijual lembaga itu dalam waktu dekat.

Deputi Ketua Bidang Restrukturisasi Perbankan, I Nyoman Sender, mengatakan bahwa Farallon memang menanyakan kepemilikan bank tersebut. Namun BPPN tampaknya belum akan melepas sahamnya di BCA. Kalau harus dilepas, BPPN akan menjualnya dengan harga Rp 2.800-3.000 tiap lembar.

Keinginan konsorsium yang kepemilikannya dikuasai Farindo Holdings (hedge fund dari Mauritius) dan Alaerka Investment Ltd. milik Djarum ini tentu berkaitan dengan kinerja BCA. Dengan infrastruktur dan teknologi yang tergolong komplet, BCA memang cukup kinclong, dengan laba bersih di atas Rp 1 triliun.

Maka, setelah menang dalam tender penjualan 51 persen saham senilai Rp 5,3 triliun, Farallon tentu ingin memiliki lebih banyak lagi saham bank dengan aktiva Rp 97 triliun dan dana pihak ketiga sekitar Rp 90 triliun itu.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data