Farallon Masih Inginkan BCA |
MENJADI mayoritas di Bank Central Asia (BCA) ternyata menyenangkan bagi konsorsium Farallon. Setelah menguasai 51 persen, Farallon menginginkan saham tambahan, yaitu 6,6 persen saham BCA milik BPPN yang kabarnya akan dijual lembaga itu dalam waktu dekat.
Deputi Ketua Bidang Restrukturisasi Perbankan, I Nyoman Sender, mengatakan bahwa Farallon memang menanyakan kepemilikan bank tersebut. Namun BPPN tampaknya belum akan melepas sahamnya di BCA. Kalau harus dilepas, BPPN akan menjualnya dengan harga Rp 2.800-3.000 tiap lembar.
Keinginan konsorsium yang kepemilikannya dikuasai Farindo Holdings (hedge fund dari Mauritius) dan Alaerka Investment Ltd. milik Djarum ini tentu berkaitan dengan kinerja BCA. Dengan infrastruktur dan teknologi yang tergolong komplet, BCA memang cukup kinclong, dengan laba bersih di atas Rp 1 triliun.
Maka, setelah menang dalam tender penjualan 51 persen saham senilai Rp 5,3 triliun, Farallon tentu ingin memiliki lebih banyak lagi saham bank dengan aktiva Rp 97 triliun dan dana pihak ketiga sekitar Rp 90 triliun itu.
|