Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 29/XXXI/16 - 22 September 2002
   
Ekonomi dan Bisnis

Solidaritas Anti-Gula Impor

Ini demonstrasi gaya baru. Puluhan ribu petani tebu di pelbagai daerah pekan lalu serentak turun ke jalan. Demo menentang Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan soal bea masuk gula impor tersebut berlangsung di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Mereka menuntut pemerintah segera mencabut peraturan yang dianggap merugikan petani tebu nasional. "Itu SK mandul," ujar Marsidik Salamoen, Ketua Forum Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Pabrik Gula Seluruh Indonesia.

Sebenarnya, dalam SK Nomor 324 Tahun 2002 itu telah diatur besaran bea masuk. Namun petani tebu menganggap aturan tersebut tak cukup memuaskan. Soalnya, bea masuk Rp 500 per kilogram (untuk gula kasar) dan Rp 700 per kilogram (untuk gula putih) dianggap terlalu kecil. Mereka menuntut pemerintah memberlakukan bea masuk sebesar 110 persen seperti yang masih ditoleransi Organisasi Perdagangan Dunia.

Selama ini, dari kebutuhan nasional 3,5 juta ton per tahun, industri gula dalam negeri hanya memasok sekitar 2 juta ton. Kekurangannya diimpor dari pelbagai negara seperti India, Cina, dan Vietnam. Tapi rendahnya bea masuk membuat gula impor membanjiri pasar dalam negeri dan memakan porsi gula lokal. "Gula impor membunuh petani tebu nasional," tutur Marsidik Salamoen.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data