|
AKHIRNYA kesepakatan itu tercapai. Bank internasional yang tergabung dalam London Club setuju menjadwal ulang pinjaman sindikasi pemerintah 1995, 1996, dan 1997. Aulia Pohan, Deputi Gubernur Bank Indonesia, menjelaskan bahwa pinjaman yang dijadwalkan ulang berjumlah US$ 242,9 juta dan 6,5 miliar yen untuk pinjaman 1995 serta US$ 500 juta masing-masing untuk 1996 dan 1997.
Pokok pembayaran pinjaman 1995 diperpanjang hingga 17 tahun 6 bulan. Sedangkan pokok pinjaman tahun 1996 dan 1997 diperpanjang 10 bulan. Pemerintah juga akan membayar bunga pinjaman tahun 1995 yang jatuh tempo Juni lalu. Pembayarannya tertunda karena menunggu persetujuan semua kreditor dan pengefektifan perjanjian.
Oktober 2000, pemerintah juga berhasil merestrukturisasi utang luar negeri sebesar US$ 340 juta melalui London Club untuk pinjaman 1994 dan 1995. Penjadwalan utang berjangka waktu 12 tahun 6 bulan, termasuk 3 tahun masa tenggang.
|