Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 28/XXXI/09 - 15 September 2002
   
Ekonomi dan Bisnis

Lima Persen untuk Terigu

LOMBA menghitung bea masuk terigu mendekati babak akhir. Hasil sementara, pemerintah mengambil jalan tengah dengan menetapkan bea masuk multi favour nations sebesar 5 persen. Kebijakan itu, menurut sumber di Departemen Perindustrian dan Perdagangan, sedang disusun di Departemen Keuangan. Aturan baru ini akan mengikat semua negara pengekspor terigu—tidak hanya Australia, Uni Eropa, dan Uni Emirat Arab, yang dituduh melakukan dumping dan diusulkan oleh Komite Anti-Dumping Indonesia untuk dikenai bea masuk 5 hingga 35 persen. Alasannya, terigu impor yang membanjiri pasar Indonesia saat ini justru bukan berasal dari Australia, Uni Eropa, dan Uni Emirat Arab, melainkan dari Cina dan India.

Kebijakan baru itu juga dianggap cukup adil oleh Direktur Utama PT Jakarana Tama (produsen Mi Gaga), Bachtiar Yusuf. Hanya, katanya, "Akan lebih fair bila pemerintah juga mengenakan bea masuk lima persen untuk gandum impor." Kalau bea masuk hanya diterapkan untuk terigu, ekspor produk-produk hasil olahan dari terigu tidak mampu bersaing dengan produk sejenis di negara lain yang bahan bakunya tidak dikenai bea masuk.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data