Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 27/XXXI/02 - 8 September 2002
   
Surat

Harta Karun (1)

SUNGGUH ironis, ada seorang Menteri Agama yang menunggui penggalian harta karun yang konon peninggalan Prabu Siliwangi. Barangkali yang ada dalam benak Pak Menteri: apa salahnya mencari upaya lain untuk melunasi utang negara saat tim ekonomi andalan Presiden tidak mampu mencari jalan keluar dari krisis ekonomi?

Tapi, terlepas dari kontroversi perusakan cagar budaya, betulkah ada harta karun di Batutulis, Bogor? Menurut hemat saya, harta karun yang diwariskan oleh nenek moyang kita sebenarnya sudah habis.

Demikian pula jenis kekayaan lainnya. Hutan seluas jutaan hektare telah dibabat habis. Samudra yang membentang luas di antara kepulauan Nusantara telah dirusak ekosistemnya sehingga terumbu karang dan ikan enggan berkembang biak. Tanah yang dulu sangat subur—bahkan Koes Plus mengibaratkan tongkat dan batu jadi tanaman—kini gersang, dan paceklik terjadi di mana-mana. Harta karun yang sangat melimpah tersebut telah dimakan secara rakus oleh para koruptor negeri ini. Rakyat hanya mendapat ”bekas galiannya”.

Kalau ternyata Pak Menteri benar-benar bisa menemukan harta karun, saya usul agar dia memimpin departemen baru yang mengurusi perburuan harta karun. Departemen ini bisa go international dan menjalin kerja sama dengan Inggris untuk memburu harta karun nenek moyang Ratu Elizabeth lewat sistem bagi hasil. Dengan demikian, akan diperoleh devisa negara yang berguna untuk memakmurkan rakyat.

AGUS SUKARNO SURYATMOJO
Telukjambe, Karawang
Jawa Barat


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data