Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 27/XXXI/02 - 8 September 2002
   
Arsip

TEMPO, 24 Januari 1987

Kawasan perdagangan Chow Kit di pusat kota Kuala Lumpur, Malaysia. Tempat yang biasanya ramai dan tenteram itu mendadak ricuh ketika sejumlah pedagang berteriak-teriak, ”Ada siasat, ada siasat!” Sejumlah pedagang asal Indonesia bergegas menutup tokonya. Yang lain berhamburan tak tentu arah.

Polisi Malaysia sore itu melakukan razia imigran gelap asal Indonesia. Setiap yang dicurigai sebagai orang Indonesia diperiksa. Yang ketahuan tak memiliki paspor atau identity card (IC) akan langsung diangkut ke kantor polisi. Penggerebekan Chow Kit hari itu, sebuah Sabtu di Desember 1987, berhasil meringkus 400 pendatang haram—350 diantaranya berasal dari Indonesia.

Menurut seorang polisi, imigran Indonesia memang biang keladi. Selama ini dalam hampir setiap kejahatan—dari samun (penodongan), pecah rumah (pencurian di malam hari), hingga pemerkosaan—selalu ada orang Indonesia yang terlibat. Dari beberapa kali penggerebekan polisi, imigran Indonesia paling banyak kena garuk.

Sikap Malaysia membuat berang pemerintah Indonesia. Jakarta menuduh pemerintah dan pers Malaysia melebih-lebihkan persoalan. ”Masa, pers setempat sampai hati membuat berita, ada penjual sate asal Indonesia yang memakai daging babi,” kata Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Himawan Sutanto.

Waktu berlalu dan persoalan tak juga surut. Ratusan tenaga kerja Indonesia kini tengah menanti hukuman cambuk di negeri jiran, Malaysia.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data