Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 26/XXXI/26 Agustus - 01 September 2002
   
Ekonomi dan Bisnis

Lima Peminat Bank Niaga

Calon pembeli Bank Niaga bertambah lagi. Satu investor dari Amerika Serikat menyatakan minatnya membeli 51 persen saham bank tersebut. Sebelumnya, tercatat empat investor memperebutkan saham bank yang dulu dimiliki oleh keluarga Tahija ini.

Deputi Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Bidang Restrukturisasi Perbankan, I Nyoman Sender, mengatakan Kamis pekan lalu, empat investor lainnya masih wajah lama. Mereka adalah Konsorsium Commerce Asset, ANZ Panin, Batavia Investment Fund II, dan Bank Victoria Internasional Tbk. Sender belum membeberkan peminat dari Negara Abang Sam tersebut. ”Mereka berinvestasi di perusahaan investasi,” kata Sender berteka-teki.

Penjualan saham Bank Niaga sempat tertunda-tunda. Lembaga penyehatan itu membatalkan penawaran investor karena di bawah harga yang ditetapkan, yaitu Rp 45 per lembar saham. Sender yakin betul, penawaran kali ini di atas target lembaga penyehatan itu.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data