|
Harga minyak dunia naik tajam sepanjang pekan lalu. Kenaikan itu karena adanya keraguan akan keamanan suplai emas hitam itu dari Timur Tengah, menyusul kecemasan timbulnya konflik militer antara Amerika Serikat dan Irak. Ini bisa menimbulkan kekacauan pasokan minyak di Timur Tengah, yang menyimpan dua pertiga cadangan minyak dunia. Minyak mentah Brent patokan internasional naik 48 sen menjadi US$ 29,36 per barel.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan mempertahankan produksi resmi pada tingkat terendah selama satu dasawarsa tahun ini, membantu harga minyak mentah naik hampir 50 persen, meskipun permintaan bahan bakar seret karena terpuruknya ekonomi.
Kenaikan ini, kata Direktur Danareksa Sekuritas, Raden Pardede, sebenarnya tak berpengaruh banyak pada pemerintah pusat, yang mengasumsikan harga US$ 22 di APBN. Hal ini menarik karena pengeluaran pemerintah untuk membeli minyak justru makin besar, sementara pendapatan harus dibagi ke daerah-daerah. Pemerintah baru akan terbantu kalau subsidi dikurangi.
|