|
POLES dulu sebelum dijual. Itulah yang dilakukan pemerintah terhadap perusahaan obat Kimia Farma. Karena kinerjanya memburuk—selama kuartal I 2002 laba bersihnya turun 56 persen menjadi Rp 12,04 miliar—divestasinya ditunda hingga awal tahun depan. Pemerintah awalnya berencana melepas 51 persen dari 90 persen sahamnya di perusahaan retail farmasi terbesar di Indonesia itu ke investor strategis tahun 2002 ini.
Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Logistik dan Pariwisata, Ferdinand Nainggolan, mengatakan pemerintah akan merestrukturisasi Kimia Farma dulu agar penjualannya bisa menghasilkan duit lebih banyak. Upaya mempercantik itu dengan memoles bidang usaha, keuangan, dan organisasi. Juga bongkar pasang di bidang organisasi dengan membentuk anak perusahaan di bidang retail dan distribusi. Dua bidang usaha lainnya, pabrikan dan formulasi, tetap dikelola Kimia Farma. Pemisahan itu ditargetkan selesai tahun ini. Ferdinand mengatakan pemisahaan itu akan meningkatkan nilai jual perusahaan obat milik negara tersebut.
|