|
DIREKTORAT Jenderal Pajak kini sedang giat berburu penggelap pajak. Pekan lalu, Direktur Jenderal Pajak Hadi Purnomo mengungkapkan bahwa ada 95 persen mobil mewah di Jakarta (sekitar 5.000 unit) yang tak membayar pajak. Pajak yang nilainya mencapai triliunan rupiah tersebut "akan kami tagih secepatnya," ujar Hadi Purnomo.
Boleh dibilang langkah sigap Direktorat Jenderal Pajak tersebut mirip sopir angkutan kota yang mengejar setoran. Soalnya, untuk menutup APBN tahun 2002, pemerintah menargetkan Ditjen Pajak meraup Rp 184 triliun. Untuk mencapai target itu, aparat pajak harus digenjot habis-habisan. Soalnya, hingga kini realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp 97 triliun.
Sebenarnya, potensi pemasukan pemerintah dari sektor pajak masih terbuka lebar. Berdasarkan penelitian Ditjen Pajak, tax ratio (perbandingan realisasi dan potensi pajak) di Indonesia masih terbilang rendah. Tahun ini, tax ratio kita hanya 12,8 persen. Padahal negeri jiran Malaysia telah mencapai tax ratio 40 persen. Bahkan Singapura mencapai tax ratio 80 persen.
|