Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 22/XXXI/29 Juli - 04 Agustus 2002
   
Arsip

TEMPO 29 Juli

ARIE Hanggara. Bocah 7 tahun ini tewas dianiaya orang tuanya sendiri. Peristiwa pada akhir November 1984 itu tiba-tiba menyentakkan perhatian publik. Media massa menuliskannya panjang-lebar. Sidang pengadilannya membeludak. Orang ingin tahu seperti apa sosok kedua orang tua Ari: Machtino bin Eddiwan dan Santi binti Cece. Bahkan rekonstruksi yang harus dilakukan suami-istri itu nyaris gagal karena massa melampiaskan kemarahan kepada kedua pesakitan.

Arie tiba-tiba menjadi simbol dari anak-anak yang tertindas. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nugroho Notosusanto sempat membuatkan patung Arie--meski akhirnya dibatalkan--sebagai peringatan agar kasus serupa tak terulang di masa mendatang. Sebuah penelitian mencatat bahwa sumber bencana bagi para bocah justru ada di rumah dan sekolah--sebuah ironi yang menggiriskan.

Kini, 17 tahun lebih sesudah wafatnya Arie, kekerasan terhadap anak tak juga menyurut. Eksploitasi anak masih berlangsung dengan leluasa di mana-mana--seperti yang dilaporkan TEMPO pekan ini. Nasib buruh anak Indonesia, misalnya, ibarat sebuah ilustrasi buram di tengah riuhnya perayaan Hari Anak Nasional pada 23 Juli lalu.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
27/XXXVII/25 - 31 Agustus 2008

 

Berita lainnya

Roger Federer, Davydenko dan Gonzalez Melenggang - 30 Ags 2008 | 08:14 WIB
DPRD DKI Dikritik - 30 Ags 2008 | 07:20 WIB
Jakarta Bakal Diguyur Hujan - 30 Ags 2008 | 05:59 WIB
Ford Naik Lima Peringkat di CSI - 30 Ags 2008 | 01:31 WIB
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008 - 30 Ags 2008 | 00:16 WIB
Indonesia “Juara” - 30 Ags 2008 | 00:04 WIB
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945 - 29 Ags 2008 | 23:22 WIB
Direktur Kedaulatan Rakyat Meninggal - 29 Ags 2008 | 22:47 WIB
51 Industri Besar Kurangi Konsumsi Listrik - 29 Ags 2008 | 21:13 WIB
Direc Vision Tidak Bersalah Soal Monopoli Liga Inggris - 29 Ags 2008 | 21:10 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data