Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 20/XXXI/15 - 21 Juli 2002
   
Ekonomi dan Bisnis

Awair Tak Jadi Terbang

NAPAS yang panjang, itu yang dibutuhkan dalam bisnis penerbangan saat ini. Dengan bertambahnya pemain yang menyebabkan perang tarif gila-gilaan, siapa yang napasnya pendek, silakan menepi. Dengan tersengal-sengal, PT Air Wagon International (Awair) berupaya meneruskan usahanya. Setelah menghentikan operasinya sejak 8 Maret lalu, perusahaan ini berencana meneruskannya kembali Juli ini. Nyatanya, pekan lalu mereka kembali menunda operasi mereka. "Situasi memaksa kami untuk menunda operasi hingga Oktober mendatang," ujar Arifin Hutabarat dari Bagian Humas Awair.

Awair lahir pada awal tahun 2000, beberapa saat setelah Abdurrahman Wahid terpilih sebagai presiden. Sempat beredar kabar, Gus Dur ikut memiliki saham maskapai yang melayani rute Jakarta-Denpasar, Jakarta-Surabaya, dan Jakarta-Medan itu. Bahkan Suwondo, seorang terpidana kasus Bulog I, tercatat sebagai komisaris Awair. Ketika Gus Dur lengser, Awair pun minggir.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data